Cara kerja refrigerant AC berlangsung melalui siklus berulang yang memungkinkan panas dari dalam ruangan dipindahkan ke luar. Refrigerant atau yang sering disebut freon AC bukan sekadar “cairan pendingin”, tetapi fluida kerja yang mengalami perubahan tekanan, suhu, dan wujud selama proses pendinginan berlangsung.
Secara umum, sistem AC menggunakan empat proses utama, yaitu evaporasi, kompresi, kondensasi, dan ekspansi. Keempat proses tersebut bekerja bersama melalui komponen seperti kompresor, evaporator, condenser, dan expansion valve. Siklus inilah yang membuat udara di dalam ruangan dapat terasa lebih sejuk.
Apa Itu Refrigerant AC?
Sebelum memahami cara kerja refrigerant AC, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan refrigerant. Refrigerant adalah fluida yang bersirkulasi di dalam sistem pendingin untuk menyerap panas dari satu area dan melepaskannya ke area lain.
Pada AC split, refrigerant bergerak melalui rangkaian pipa yang menghubungkan unit indoor dan outdoor. Ketika berada di evaporator, refrigerant menyerap panas dari udara ruangan. Setelah itu, refrigerant membawa panas tersebut menuju unit outdoor untuk dilepaskan melalui condenser. Jadi, AC sebenarnya tidak “membuat dingin” secara langsung. Sistem AC memindahkan panas dari dalam ruangan ke luar melalui siklus refrigerasi.
Bagaimana Cara Kerja Refrigerant AC?
Untuk memahami prosesnya dengan lebih mudah, bayangkan refrigerant terus berputar dalam sebuah siklus tertutup. Setiap komponen memiliki tugas berbeda untuk mengubah kondisi refrigerant sehingga proses penyerapan dan pelepasan panas dapat berlangsung secara berulang.
Berikut lima tahapan utama dalam cara kerja refrigerant AC:
1. Refrigerant Menyerap Panas di Evaporator
Tahap pertama terjadi di evaporator yang umumnya berada pada unit indoor. Refrigerant bertekanan rendah masuk ke evaporator dalam kondisi dingin, kemudian menyerap panas dari udara ruangan. Ketika panas berpindah dari udara ke refrigerant, refrigerant mengalami proses penguapan. Pada saat yang sama, blower indoor mengalirkan udara melewati evaporator sehingga udara yang keluar dari unit indoor memiliki temperatur lebih rendah. Proses ini menjadi salah satu bagian penting dari proses pendinginan AC karena panas ruangan dipindahkan ke refrigerant.
2. Kompresor Menaikkan Tekanan Refrigerant
Setelah menyerap panas, refrigerant berubah menjadi gas dan bergerak menuju kompresor di unit outdoor. Kompresor kemudian meningkatkan tekanan refrigerant tersebut. Peningkatan tekanan juga membuat temperatur refrigerant meningkat. Refrigerant kini berada dalam kondisi gas bertekanan dan bersuhu tinggi sehingga siap menuju condenser. Komponen kompresor sangat penting karena berfungsi menggerakkan refrigerant agar terus bersirkulasi dalam sistem.
3. Condenser Melepaskan Panas
Tahap berikutnya terjadi di condenser pada unit outdoor. Refrigerant yang panas mengalir melalui kumparan condenser, sementara kipas outdoor membantu melepaskan panas ke udara luar. Ketika panas dilepaskan, refrigerant mengalami kondensasi dan berubah dari gas menjadi cair. Dengan demikian, panas yang sebelumnya diambil dari dalam ruangan akhirnya dibuang ke lingkungan luar. Prinsip ini merupakan bagian utama dari siklus refrigerasi AC.
4. Expansion Valve Menurunkan Tekanan
Setelah keluar dari condenser, refrigerant berada dalam kondisi cair dengan tekanan tinggi. Refrigerant kemudian melewati expansion valve atau perangkat ekspansi. Komponen ini menurunkan tekanan refrigerant sehingga temperatur refrigerant ikut turun. Hasilnya adalah refrigerant dengan tekanan dan temperatur lebih rendah yang siap kembali masuk ke evaporator. Pengaturan tekanan ini penting agar refrigerant dapat menyerap panas secara efektif pada tahap berikutnya.
5. Siklus Refrigerant Berulang
Setelah melewati expansion valve, refrigerant kembali menuju evaporator. Di sana, refrigerant kembali menyerap panas dari udara ruangan dan menguap. Selanjutnya, refrigerant kembali menuju kompresor untuk menjalani siklus yang sama. Proses ini terus berulang selama AC beroperasi.
| Tahap | Komponen | Kondisi Refrigerant | Fungsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Evaporator | Tekanan rendah | Menyerap panas |
| 2 | Kompresor | Tekanan dan suhu naik | Mengompresi refrigerant |
| 3 | Condenser | Panas dilepaskan | Mengubah gas menjadi cair |
| 4 | Expansion valve | Tekanan turun | Menurunkan suhu |
| 5 | Evaporator | Kembali menyerap panas | Mengulang siklus |
Baca Juga: AC Split vs Multi Split, Mana yang Lebih Cocok untuk Rumah?
Mengapa Refrigerant AC Bisa Berkurang?
Memahami cara kerja refrigerant AC juga membantu menjelaskan mengapa AC terkadang mengalami masalah kekurangan refrigerant. Dalam sistem yang tertutup, refrigerant pada dasarnya tidak habis hanya karena AC digunakan. Jika jumlah refrigerant berkurang, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kebocoran pada sistem. Kebocoran dapat terjadi pada sambungan pipa, fitting, valve, atau bagian tertentu akibat instalasi yang kurang tepat, getaran, korosi, maupun kerusakan komponen.
Karena itu, menambahkan refrigerant tanpa mencari sumber kebocoran bukan solusi jangka panjang. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi untuk mengetahui kondisi sistem terlebih dahulu.
Apa yang Terjadi Jika Refrigerant Bermasalah?
Ketika sirkulasi refrigerant terganggu, kemampuan AC dalam memindahkan panas juga dapat menurun. Salah satu gejala yang mungkin muncul adalah AC terasa kurang dingin, waktu pendinginan menjadi lebih lama, atau terdapat indikasi masalah pada sistem pendingin. Namun, AC kurang dingin tidak selalu berarti refrigerant kurang. Filter yang kotor, evaporator atau condenser yang kotor, masalah airflow, kipas, kompresor, hingga instalasi juga dapat memengaruhi performa AC.
Karena itu, diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu gejala. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Jika AC di rumah atau kantor mulai kurang dingin dan Anda ingin mengetahui penyebabnya, Symphony AC menyediakan solusi AC dan jasa pasang AC sesuai kebutuhan. Anda juga dapat menghubungi WhatsApp +6281286969689 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
FAQ Cara Kerja Refrigerant AC
1. Apakah refrigerant sama dengan freon AC?
Dalam penggunaan sehari-hari, istilah freon sering digunakan untuk menyebut refrigerant. Namun, Freon sebenarnya merupakan nama dagang untuk kelompok produk refrigerant tertentu, sehingga tidak semua refrigerant secara teknis disebut Freon.
2. Apakah refrigerant AC bisa habis?
Dalam sistem tertutup, refrigerant tidak seharusnya habis karena pemakaian normal. Jika jumlahnya berkurang, perlu dicurigai adanya kebocoran atau masalah pada sistem.
3. Apa fungsi refrigerant pada AC?
Fungsi refrigerant AC adalah menyerap panas dari udara di dalam ruangan dan membawa panas tersebut untuk dilepaskan melalui unit outdoor.
4. Apa yang terjadi jika refrigerant AC kurang?
Refrigerant yang kurang dapat membuat proses perpindahan panas tidak optimal sehingga AC berpotensi menjadi kurang dingin. Namun, diagnosis tetap perlu dilakukan karena penyebab AC kurang dingin bisa beragam.
5. Apakah pengisian refrigerant harus dilakukan teknisi?
Sebaiknya iya. Pemeriksaan tekanan, kondisi sistem, kemungkinan kebocoran, dan jenis refrigerant perlu dilakukan dengan peralatan serta prosedur yang sesuai agar sistem AC tetap bekerja sebagaimana mestinya.
